Talkshow Bisnis dalam Jogja Muslim Fair 2010

bersama Danial (Owner Cupid Online)

Pemimpin yang Adil by Hijjaz

Pemimpin Yang Adil Sangat Dikehendaki
Memakmurkan Umat Dunia dan Akhirat
Tiada Keadilan Negara Huru-hara
Pemimpin Membela Nasib Rakyatnya

Pemimpin Yang Adil Sifatnya Amanah
Mampu Rasa Resah Susah Rakyat-rakyatnya
Keadilannya Tanpa Pilih Kasih Pada Siapa
Kepentingan Rakyat Lebih Utama

Didengari Rintihan Dari Rakyat-rakyatnya
Kasih SaYang Terserlah Di Wajahnya
Sombong dan Takbur Tidak Ada Pada Dirinya
Rakyat Hormat Bukan Takut Padanya

Pemimpin Yang Adil Mengutamakan Amanah
Wang Rakyat dan Negara Tidak Disalah Guna
Rasuah dan Kemungkaran Sangat Dijauhinya
Rakyat Diseru Mentaati Allah

Terdapat Pemimpin Di Dunia Kini
Seringkali Mencetus Huru-hara
Demi Melindungi Kepentingan Dirinya
Rela Membiar Rakyatnya Derita

Pemimpin Yang Adil Mengutamakan Rakyatnya
Melepaskan Mereka Dari Sengsara
Akhlak Yang Mulia Pakaian Dirinya
Rakyat Taat dan SaYang Padanya

Tuhan
Kurniakanlah Pemimpin Yang Sejati
Tuhan
Kurniakanlah Pemimpin Yang Begini

Mengenal Sekilas tentang Audit

Ada beberapa pengertian audit yang diberikan oleh beberapa ahli di bidang akuntansi, antara lain:

“Sesuatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.”

Secara umum pengertian audit adalah proses sistematis yang dilakukan oleh orang yang berkompeten dan independen dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti dan bertujuan memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.

Dalam melaksanakan audit faktor-faktor berikut harus diperhatikan:

Baca lebih lanjut

Ummu Shalih, 82 tahun, Penghafal Al-Qur’an

RUBRIK KELUARGA pada Majalah Ad-Dakwah selalu menghadirkan kepada para pembacanya kisah-kisah yanq penuh keteladanan dan juga berbagai informasi yang menyejukkan hati.
Berikut ini adalah salah satu pengalaman nyata yang dimuat dalam majalah tersebut.  Mari kita simak bersama!

Ummu Shalih. 82 tahun, mulai menghafal Al-Qur’an pada usianya yang ke-70. Tamasyanya ke taman hafalan Al-Qur’an, sungguh sangat menginspirasi. Cita-citanya yang tinggi, kesabaran, dan juga pengorbanannya patut kita teladani.
Inilah hasil wawancara dengan Ummu Shalih.
Motivasi apa yang mendorong Anda untuk menghafalkan Al-Qur’an pada umur yang setua ini? Baca lebih lanjut

Cerita tentang Uang

Menarik untuk dipelajari. Meskipun saya, anda atau juga yang lain bukanlah orang keuangan, tetapi dengan mengetahui mekanisme pengadaan uang kita bisa memahami saat ini kita berada pada zaman apa… Mengapa kertas bergambar dan bertuliskan angka seperti yang anda saku saat ini begitu besar harganya. Bahka bisa untuk mengganti mobil, rumah, kapal, pesawat atau barang yang lebih tinggi nilainya dari pada itu semua.

SELAMAT MENIKMATI…

Kunci Rizki: Beristighfar dan Bertaubat (1)

Diantara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah istighfar (memohon ampunan) dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menutupi (kesalahan). Untuk itu, pembahasan mengenai pasal ini kami bagi menjadi dua pembahasan Hakikat istighfar dan taubat dan Dalil syar’i bahwa istighfar dan taubat termasuk  kunci rizki.

A. Hakikat Istighfar dan Taubat

Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Sebagian mereka mengucapkan, “Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadaNya” Tetapi kalimat-kalimat di atas tidak membekas di dalam hati, juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan.

Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan orang-orang dusta. Para ulama – semoga Allah memberi balasan yang sebaik-baiknya kepada mereka- telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat.  Baca lebih lanjut

Keutamaan puasa 6 hari dibulan syawal

Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر

“Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim).

Filosofi pahala puasa 6 hari di bulan Syawal setelah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan sama dengan puasa setahun, karena setiap hasanah (kebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya.

Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, di antaranya: Baca lebih lanjut